Perayaan HUT RI ke-76, Tandai Peresmian Peletakan Batu Pertama Gedung Baru KBRI Berlin

August 31, 2021
Ada yang berbeda dari peringatan HUT RI di Berlin tahun 2021 ini. Upacara yang biasanya digelar di Wisma Duta Besar RI di Berlin, kali ini dilangsungkan di Tiergartenstrasse 28, yang merupakan lokasi cikal bakal gedung baru KBRI Berlin.
Bukan tanpa alasan, lokasi ini memang sengaja dipilih karena usai penyelenggaraan upacara HUT RI ke-76, Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno juga meresmikan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru KBRI Berlin.
“Gedung baru ini akan menjadi gedung yang monumental yang akan memperkaya seni arsitektur bangunan di Kota Berlin. Dengan menggandeng kantor arsitek yang sebelumnya membangun stasiun utama kota Berlin, Bandara Tegel Berlin, dan Bandara baru Berlin-Brandenburg, bakal gedung kantor KBRI Berlin ini kaya akan nilai dan filosofi“, ucap Dubes Oegroseno pada acara peresmian.
Meski di bawah cuaca kota Berlin yang mendung disertai hujan rintik dan angin kencang, acara ini dihadiri oleh sekitar dua ratus tamu VIP dan tamu undangan lainnya. Di antara tamu yang hadir adalah pejabat Kemlu Jerman, pejabat Senat Kota Berlin, Duta Besar negara sahabat, mitra KBRI Berlin, serta perwakilan dari kelompok masyarakat dan diaspora Indonesia di Berlin.
“Saya yakin gedung baru KBRI Berlin ini akan membuat “wow“ setiap orang. Disain luar gedung yang melambangkan simbol ombak merefleksikan pesan tegas Indonesia sebagai negara maritime yang kuat. Ombak merupakan simbol kekuatan yang tak terhentikan, ungkap Dr. Marthin Thümmel, Deputi Dirjen Asia Pasifik Kemlu Jerman.
Selain itu, peringatan HUT RI ke-76 pada 17 Agustus 2021 ini sekaligus menjadi awal rangkaian kegiatan peringatan hubungan diplomatik Indonesia dan Jerman, yang genap berusia 70 tahun pada Juni 2022 mendatang.
Sekjen Kemlu RI, Cecep Herawan dalam sambutan virtualnya menyampaikan bahwa sejarah mencatat ikatan antara Indonesia dan Jerman sudah terjalin bahkan jauh sebelum hubungan diplomatik diresmikan. Sejak abad ke-19, Ethology Jerman, Adolf Bastian, merupakan salah satu ilmuan yang mempopulerkan istilah Indonesia sebagai simbol kepulauan yang kemudian menjadi nama negara. Di abad yang sama, pelukis ternama Indonesia, Raden Saleh juga memukau banyak masyarakat Jerman.
“Gedung baru KBRI Berlin bukan hanya sekedear simbol fisik, tetapi juga melambangkan hubungan erat Indonesia Jerman”, ungkap Sekjen Herawan.
Gedung baru KBRI Berlin akan dibangun di atas tanah milik KBRI Berlin seluas sekitar 3185 m2. Gedung ini akan terdiri dari 5 lantai dengan total luas bangunan sekitar 5.194 m2. Tidak hanya sebagai ruang kantor, gedung ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas pelayanan publik, perpustakaan, serta kegiatan promosi ekonomi dan budaya Indonesia di Berlin. Bagian luar gedung juga akan dihiasi dengan berbagai tanaman yang menyerupai tanaman tropis namun tetap bisa cocok dengan iklim empat musim.
Rencana pembangunan gedung baru KBRI Berlin sebenarnya telah dirintis lama. Namun sempat terhenti karena adanya ketentuan konstruksi Jerman yang belum terpenuhi pada disain awal yang telah dibuat. Sebagaimana dimaklumi, Jerman merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki standar dan prosedur konstruksi yang sangat detil, kompleks dan proses yang birokratis. Setiap aspek gedung harus dihitung dan diuji oleh tenaga ahli khusus. Bahkan mengenai jumlah pohon pun melalui diskusi panjang dan lama. Hal ini untuk memastikan bahwa perencanaan dan pelaksanaan pembangunan gedung memenuhi standar keamanan, fungsi gedung yang maksimal serta sesuai dengan standar teknologi modern dan standar gedung hijau.
Untuk itu dalam tiga tahun terakhir, proses perencanaan pembangunan gedung KBRI Berlin mulai kembali diintensifkan. Tidak kurang dari sekitar 20 perusahaan Jerman dilibatkan dalam proses perencanaannya. Sementara untuk proses konstruksi akan dilakukan oleh empat penyedia kontraktor, yaitu untuk penggalian, pembangunan gedung, area lanskap gedung, dan interior gedung. Gedung ini juga akan diperindah dengan berbagai karya seni Indonesia. Dalam hal ini KBRI Berlin bekerja sama dengan pihak Galeri Nasional, Monumen Nasional Indonesia serta Pemerintah Daerah beberapa Propinsi di Indonesia. Direncanakan proses pembangunan gedung KBRI Berlin akan rampung pada pertengahan tahun 2024.
“Nanti kita akan juga minta pemerintah Kota Berlin untuk membuat halte baru persis di depan kantor gedung KBRI Berlin ini. Bukan hanya untuk angkutan transportasi reguler tetapi juga untuk bus wisata kota Berlin “hop and hoff“, sehingga para pengunjung dapat melihat keindahan gedung baru KBRI Berlin, pungkas Dubes Oegroseno.
(Sumber KBRI Berlin)