Alvina Hazizah Tamalia, Pengalaman pindah jurusan di Jerman

Alvina Hazizah Tamalia atau wanita yang akrab di sapa Alvina ini merupakan satu dari banyak wanita yang memiliki kegigihan dan keinginan kuat untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Alvina telah bercita-cita untuk melanjutkan sekolah di luar negeri sejak di bangku SD. Sejak saat itu Alvina sering mengikuti perlombaan dengan harapan bisa melanjutkan kuliah di luar kota guna mendapatkan informasi mengenai kuliah di luar negeri.

Sebelum pada akhirnya memutuskan untuk kuliah di luar negeri Alvina sempat mengikuti tes SNMPTN. Namun di saat yang sama Alvina juga di terima di salah satu studentcollege di jerman. Meski tidak mudah karena telah harus memilih satu di antara dua pilihan yang baik. hal ini membuat dirinya membulatkan tekat untuk melanjutkan kuliah di jerman.

Awal mula kuliah di jerman, banyak sekali tantangan-tantangan yang saya dapatkan. Mulai dari kesulitan bahasa, melakukan kontak sosial dan memahami materi perkuliahan itu Sendiri, ungkapnya. Namun ia berhasil menjadikan tekanan tersebut menjadi sebuah dorongan untuk merubah sikapnya menjadi lebih dewasa dan mau besosial. Melakukan kontak sosial merupakan salah satu tips untuk lulus modul di perkuliahan, tambahnya.

Dengan banyak melakukan kontak sosial dengan orang Jerman, Afrika, Turki, Arab dan orang asing lain juga akan membantu untuk memperbaiki bahasa jerman. Biasanya mereka akan selalu menanggapi, merespon apapun semua yang kita bicarakan, ujarnya.

Untuk bisa dekat dengan mereka sering seringlah memberi, seperti memberi catatan, Alte Klausur, atau ilmu yang kita punya. Dengan begitu tanpa kita sadari, kita akan mendapatkan jauh lebih banyak dari itu. Tidak hanya belajar, mengertilah apa yang diinginkan dosen atau guru. Bersikaplah santun, jujur dan respect, maka ketika kita jatuh/tidak lulus, terkadang dosen akan mempertimbangkannya lagi dan meluluskan kita, tambahnya.

Kuliah di luar negeri tidak selamanya berjalan seperti apa yang kita bayangkan, karena satu dan lain hal saya harus empat kali pindah jurusan.

Di mulai dari Bauingineur ke Elektrotechnik. Awalnya saya ingin pindah ke medizinphysik. kesalahan dari uni-assist saat mendaftar membawa saya ke jurusan elektrotehnik. Setelah mencoba dua semester saya merasa jurusan yang saya ambil tidak cocok dengan saya, dan memutuskan untuk pindah jurusan ke medien Informatik online. Dengan alasan kuliah online akan memiliki lebih banyak waktu luang yang bisa di manfaatkan untuk bekerja.

Namun ketika saya akan memperpanjang visa, visa saya bermasalah karena mengambil studiengang online, harus saat itu juga pindah dan satu satunya yang memungkinkan adalah medien informatik(bukan online). saya tidak bisa mendaftar vorlessung karena sudah terlambat dan siswanya penuh.

Untuk itu saya memutuskan untuk Nebenhörer. dengan mencari kelas yang kosong/ sangat sedikit muridnnya. Saya mengikuti 8 kelas vorlessung dan beruntungnya saya juga diizinkan untuk mengikuti ujian. Setelah lulua 7 Modul yang kebetulan modul-modul tersebut adalah modul medizinphysik. Setelah lulus modul-modul itu akhirnya saya pindah ke jurusan yang saya inginkan medizinphysik, cerita Alvina wanita kelahiran madura, 1992 itu.

Pendapatnya, pindah jurusan adalah pelajaran mengenal diri kita kita sendiri. apa yang kita suka, apa bakat Kita dan apa yang menyenangkan yang ingin kita lakukan. Pindahlah sesuai dengan minat dan bakat. Bertanggung jawab apa yang sudah kita putuskan.